Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Monday, September 7, 2015

Beda Anak Beda Pintar


Assalamualaikum, 

Hai ibu-ibu.. Pengen sharing nih.. Pernah gak sih merasa gak enak hati ketika anak kita dibeda-bedain sama anak lain, biasanya oleh para eyang yaa.. Hmm.. been there banget deh.. Emang sih suka merasa gak fair aja ketka orang lain menilai anak kita yang katanya tidak seperti anak si A yang bisa menari-nari, anak si B yang suka sekali main air, anak si C yang dengan mudah mingle dengan lingkungan baru, dan lain-lain dan lain-lain. Atau bahkan pertanyaan itu kadang muncul dari diri kita sendiri? Saya ngaku aja deh, kadang punya pertanyaan-pertanyaan semacam itu dibenak saya. Namun kemudian saya pun disadarkan dengan beberapa artikel parenting yang saya baca. 

Ibu, tahukah kita bahwa setiap anak memiliki kepintaran yang berbeda-beda? Tiap anak memiliki wajah yang berbeda, sekalipun anak kembar. Begitupun kepintaran mereka, pastinya berbeda-beda. Ada yang pintar berenang, menulis, menggambar, bermain pasir, bersih-bersih, dan lain sebagainya. Kadang kali para orang tua berpikir bahwa tolak ukur kepintaran seorang anak adalah melalui IQ nya atau kemampuan mereka dalam membaca dan berhitung saja. Benarkah? Dr. Howard Gardner dari Harvard University di Amerika telah mengemukakan hasil risetnya perihal ini. Ia menjabarkan bahwa paling tidak ada 8 (delapan) jenis kepintaran anak, antara lain: 

  1. Kecerdasan Linguistik (Word Smart): Kecerdasan yang melibatkan kemampuan berbahasa. Anak dengan kemampuan linguistik menonjol umumnya senang mendengarkan cerita, bercerita, bermain peran dan main permainan yang berhubungan dengan kata-kata. Cara menstimulasinya bisa kita ajak bermain tebak-tebakan kata, atau bercerita tentang pengalamannya di sekolah.
  2. Kecerdasan Matematika (Number Smart): Kecerdasan yang melibatkan kemampuan menganalisis masalah secara logis, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika, dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah. Anak-anak dengan kecerdasan logika-matematika yang tinggi memperlihatkan minat besar pada kegiatan eksplorasi, cerewet bertanya tentang berbagai fenomena, dan menuntut penjelasan logis dari setiap pertanyaannya. Nah ini Kenza banget nih, hahaha.. Kenza termasuk anak yang cerewet dan kritis untuk hampir setiap hal! Masya Allah.. Saya dan Apapnya sampai kadang kewalahan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Kenza yang gak berhenti-berhenti. Contohnya nih ya, Kenza bilang kalau dia mau makan permen lalu kami melarangnya. Siap-siap deh dengan rentetan pertanyaan dari dia, "Kok gak boleh sih Mam? - Nanti giginya sakit - Kok giginya sakit sih Mam - Iya soalnya kan permen itu gula - Kok gula bikin sakit gigi mam? - hmmmmm tanya Apap deh A.." jurus andalan disaat saya gak tau harus jawab apa. Cara menstimulasi anak yang memiliki kepintaran logika/ matematika adalah dengan mengajaknya berhitung, lalu permainan menyusun warna atau pola sehingga ia bisa konsentrasi. Atau bisa juga dengan play role sebagai pembeli dan penjual. 
  3. Kecerdasan Musikal (Musical Smart): Kecerdasan yang melibatkan kemampuan berpikir atau mencerna musik,  menggunakan musik sebagai sarana berkomunikasi, menginterpretasikan bentuk dan ide musikal, serta menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif. Anak yang memiliki kecerdasan ini sensitif terhadap suara, struktur musik dan ritme. Ia kemungkinan bagus saat menyanyi atau memainkan instrumen musik. Cobalah ajak si kecil untuk bermain alat musik atau membuat alat musik sendiri menggunakan alat-alat yang mudah ditemui dirumah. 
  4. Kecerdasan Visual Spasial (Picture Smart): Kecerdasan yang melibatkan kepekaan mengobservasi dan kemampuan  berpikir dalam gambar. Anak dengan kepintaran ini biasanya senang bermain puzzle, balok, atau menggambar. Biasanya anak yang memiliki kepintaran ini juga sering terlihat melamun disela sela waktu bermainnya, bukan karena apa-apa, hanya saja ia sedang berpikir cara menyelesaikan permainannya. 
  5. Kecerdasan Gerak Tubuh (Body Smart): Disebut juga kecerdasan kinestetik, melibatkan kemampuan mengontrol gerakan, keseimbangan, ketangkasan dan keanggunan dalam bergerak. Anak gak bisa diem jangan dianggap sesuatu yang menjengkelkan. Justru itu merupakan salah satu kepintarannya loh Bu.. Coba stimulus kepintarannya dengan memperdengarkan musik kesukaannya dan ajak menari bersama. Jadi ibunya bisa sekalian olah raga deh.. hehe..
  6. Kecerdasaan Interpersonal (People Smart): Kecerdasan yang melibatkan kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan orang lain, serta melihat perbedaan orang lain dari segi suasana hati, temperamen dan motivasi. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang menonjol, cenderung lebih baik dan mudah menjalin interaksi sosial, serta sangat sensitif terhadap perasaan orang lain. Selain itu, dia juga berpeluang menjadi pemimpin di kelompoknya. Untuk mengasah kepintaran ini, Ibu bisa membacakan cerita untuk si kecil lalu tanyakan padanya apa yang dirasakan oleh tokoh yang ada dalam cerita tersebut. 
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart): Kecerdasan yang melibatkan kemampuan memahami diri sendiri, mengetahui siapa dirinya, apa yang ingin ia lakukan, bagaimana reaksi diri terhadap suatu situasi, dan memahami situasi seperti apa yang sebaiknya dihindari. Coba ajak si kecil untuk menggambar sesuatu yang mewakili suasana hatinya pada saat itu. 
  8. Kecerdasan Naturalis (Nature Smart): Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan merasakan bentuk-bentuk dan  menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam.Anak dengan kecerdasan naturalis yang menonjol biasanya senang bermain dirumput, bermain dengan binatang dan berani memegang binatang tanpa takut atau jijik dari usia dini. Ini Nafla banget nih, dari usia sekarang dia senang sekali megang kucing, ayam, burung, dan gak ada takut-takutnya. Haduh kalah deh Amamnya yang geuleuh- an sama binatang. 


Ibu, merupakan tugas kita dalam menggali dan menstimulasi kepintaran anak-anak kita. Kayanya cukup mudah ya untuk mengetahui kira-kira anak kita condong kemana atau kepintaran mana yang lebih menonjol. Anak pintar itu bukan yang punya kedelapan kepintaran ini lho Bu, tapi mana saja yang lebih menonjol pada anak kita. Ada anak yang mungkin agak kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungan baru, namun pintar sekali dalam bermain puzzle atau menggambar. Ada anak yang kurang menyukai kegiatan menari, tapi ia suka bermain dengan binatang. Kenza sendiri, bisa dibilang dari 8 jenis kepintaran yang sudah dijabarkan diatas, ia termasuk ke dalam beberapa jenis. Diantaranya Number Smart, Picture Smart, Musical Smart dan Word Smart. Tapi diantara itu semua adalah Number Smart yang paling menonjol dalam diri Kenza. Ia menyukai permaianan yang detail, menuntut konsentrasi, diselesaikan sendiri, dan semacamnya. Awalnya agak bingung sih kenapa Kenza agak susah untuk get along dengan teman-temannya, boleh dibilang butuh penyesuaian yang agak lama supaya Kenza mau bersosialisasi. Ternyata memang mungkin dia bukan tipe anak yang People Smart, sehingga butuh waktu lebih bagi Kenza untuk bersosalisasi. Di sisi lain ia sangat tekun dan serius kalau sedang dikelas dan ia mengikuti arahan gurunya dengan baik. Pahamilah anak kita, kembangkan kepintarannya agar kelak dapat berguna untuk mesa depan dan dalam meraih cita-citanya, ini karena #BedaAnakBedaPintar. 



Yuk nonton videonya supaya lebih jelas, 



Wednesday, August 12, 2015

Minggu Pertama Kenza di Sekolah


Assalamualaikum, 

Sudah 2 minggu belakangan ini saya punya rutinitas baru. Rutinitas menjadi ibu seorang anak playgroup! hehe.. Seru seru gimanaaaa gitu.. Karena diawal Kenza masuk sekolah saya belum dapat pengganti asisten rumah tangga, jadi lumayan riweuh lah. Pagi dimulai dengan menyiapkan sarapan anak-anak dan Apapnya. Anak-anak sih biasanya makannya sop-sop an aja kalau pagi-pagi, ya sop jagung, sop ayam, sayur bayam dan lain-lain. Nah PR tambahannya adalah saya harus menyiapkan bekalnya Aa (Kenza). Pas hari pertama masuk, maklum ya masih newbie. Saya membawakan Kenza nasi pakai telor dadar dan udang goreng. Nah, ketika meal time. Teman-temannya yang lain cuma bawa finger snack aja, pokonya makanan yang mereka bisa makan sendiri. Misalnya sereal, sosis, tahu goreng, roti, pokonya yang simpel. Kenza berhubung makanannya nasi lengkap dengan lauk pauk, jadi agak kesulitan deh makannya. Maaf ya Kenza, Amam belum pengalaman. Hehehe.. 

Di minggu pertama masuk sekolah, Kenza masih saya temani sampai didalam kelas. Itu saja dia masih agak sungkan untuk bermain dengan teman-temannya dan memilih untuk terus nempel sama saya. Peraturan dari sekolah menyarankan bahwa anak playgroup hanya diperbolehkan untuk ditemani maksimal 2 minggu pertama, sisanya harus ditinggal agar lebih mandiri. Menginjak minggu kedua, saya mulai tega deh ninggalin dia di kelas hanya dengan guru dan teman-temannya saja. Saya ibaratnya sudah "dudidudidamdam dudidudidam.." dan yakin kalau Kenza sudah bisa lah ditinggal. Kata gurunya kalau mau ninggalin jangan setengah-setengah, maksudnya jangan ngintip-ngintip melalui jendela atau malah standby didepan kelas. Tunggu saja di kantin atau di mobil. Kenza masuk pukul 08.00 sampai 09.45, bolak balik saya lihat jam sembari harap-harap cemas dan berharap jam berputar lebih cepat (lah malah emaknya yang gelisah). 5 menit sebelum jam keluar kelas, saya sudah standby didepan pintu kelas sambil sesekali nguping kira-kira ada suara anak saya tertawa atau aktif bertanya ke guru gak ya. Ternyata yang saya dengar, "Mau ke Amam ajaaaaaa.. Aa mau pulaaaaaang.." diiringi tangisan. Hmmm ok itu suara anak Amam, bahahaha.. Rusak deh angan-angan mendengar celoteh anak yang senang bertanya ke bu guru. Lalu terdengar kunci pintu kelas dibuka (iya ibu ibu, pintu kelasnya dikunci sama bu guru, mungkin ada anak yang berusaha kabur keluar kelas.. jangan-jangan anak eike, hahaha). Pas pintu terbuka, wiiihhhh anak saya sudah berdiri paling depan sambil cirambai (air mata berderai). Sambil sesenggukan ia pun minta gendong dan bilang, "Aa ngantuk Maaamm..". Ohhh ternyata ngantuk.. ya sambil bicara dan bujuk pelan-pelan kalau di sekolah harus main sama teman-teman, nurut sama bu guru dan gak perlu nyariin Amam karena Amam ada diluar nungguin Aa sampai selesai sekolah. 

Well buibu, kira-kira begitu lah keseharian saya belakangan ini. Yang awalnya bingung dan kepikiran gimana caranya supaya Kenza bisa mandiri dan gak nangis lagi kalau ditinggal disekolah, sampai yang akhirnya berfikir bahwa ini proses alami, normal koq dan saya pun belajar memaklumi. Tapi jangan sampai progress ini dibawa mundur lagi dengan cara kita mengalah dan menuruti untuk menemani dia dikelas. Kenza lagi beradaptasi, Kenza sedang mengamati dan mau bersosialisasi. Dengan bu guru, dengan teman-teman. Cukup lah intervensi Amam diawal-awal saja, selanjutnya biar Kenza menyesuaikan diri dan bu guru saja yang mengatasi, hehe. Ada saja koq cerita dari orang tua murid SD yang bilang kalau, "dulu anak saya lebih parah Mba, sampe guling guling gak mau masuk kelas.. jerit jeriiitt kaya apaan tau.." tapi sekarang anaknya asik banget lari-larian sama temannya, malah kaya ketua gengnya, hahaha.. Jadi menurut saya ya ini proses, proses Kenza mengenal lingkungan baru dan rutinitas baru. Mudah-mudahan gak lama lagi Kenza sudah mulai terbiasa dan semakin baik dalam bersosialisasi dengan teman seumur dan guru-gurunya. 

Tuesday, August 11, 2015

Kuman Ada dimana Saja?



Assalamualaikum, 

Keseharianku dengan dua anak, yang sulung emang kalo kata orang sunda "keur meujeuhna", lagi ada aja ulah lucunya yang kadang bikin emosi naik turun.. Yang bungsu, lagi seneng-senengnya eksplorasi segala sesuatu yang ada disekitarnya. Maklum, lagi belajar jalan.. Fase ini emang fase yang lumayan nguras energi karena si kecil sungguh sangat penasaran tapi ia juga belum tahu hal-hal yang membahayakan dirinya. Jadi harus ekstra pengawasan dari orang tua dan orang sekitarnya. 

Nafla sekarang 13 bulan, lagi seneng-senengnya titah-titah, merangkak, daaan memasukkan segala sesuatu ke mulut. Awalnya ya aku santai aja karena mikir, ahh lantainya bersih koq, bonekanya bersih koq, tangannya bersih koq, dsb dsb. Well helloooo, yakin?? Hmmm hmmm... Yakin.. Beneerrr yakiin?? Hmmm.. Ngga.. Huhu.. Yaiyalah ya, kuman itu kan dimana mana bangettt.. Selama ini saya menilai bersih atau ngga cuma sebatas dari melihat dan mencium. Saat Nafla ngerangkak rangkak di lantai, kalau lantainya kelihatan bersih ya saya bolehkan saja. Ketika Nafla gigit-gigit mainannya, saya cuma sekedar elap-elap ke baju (yak ke ba ju).. Trus langsung saya kasih berharap bahwa mainan itu sudah germs free. 

Tapi apakah langkah dan pemahaman saya mengenai kebersihan sudah benar? Tadinya saya merasa ok-ok saja, sampai saya tersadar.. Ini koq Kenza sama Nafla kayanya gampang banget ya kena flu dan batuk. Awalnya "nyalahin" cuaca, oh come on.. Masa anak sakit karena cuaca? Ya mungkin bisa jadi itu salah satu penyebabnya, tapi faktor lain yang lebih utama? Kebersihan rumah lah yang utama. Karena riset membuktikan bahwa kuman merupakan penyebab 5 penyakit yang paling sering diidap oleh anak-anak lho. 

Kebersihan rumah yang saya maksud disini, kebersihan secara keseluruhan ya, dan detail. Tempat-tempat yang selama ini saya kira bersih-bersih saja, bisa jadi malah itu sarang kumannya. Kenza dan Nafla sering sekali bermain di playroom nya, yang mana mainan-mainan itu bebas berserakan dilantai, lalu dimasukan ke mulut. Salahnya, mainan-mainannya tidak saya bersihkan secara rutin atau langsung dibersihkan setelah dimainkan. I desperately need to reform the way I'm cleaning my house. Kuman dan bakteri kayanya gak bisa dibersihkan dengan cara biasa, harus yang luar biasa supaya mereka gak bebas berkeliaran dirumah kami. 

Dari yang awalnya agak santai soal kebersihan dirumah, ya karena aku kira dengan disapu dan dipel setiap hari, maka lantai akan germs free. Mainan yang dicuci dengan sabun secara berkala, maka akan germs free. Ternyata tidak sampai disitu saja, perlu cairan lain yang dapat melawan dan membunuh kuman-kuman itu. So what we need? kita ternyata perlu cairan antiseptic lho buibu.. Saat saya bilang cairan antiseptic, what across your mind? Iya, Dettol.. Dettol Antiseptic Liquid yang sudah terkenal dari jaman baheula. Ternyata Dettol Antiseptic Liquid dapat kita campurkan ke rendaman air yang akan kita pakai untuk membersihkan rumah, mainan atau pakaian lho. Tidak hanya sebagai cairan antiseptik untuk dicampur pada air mandi, ternyata kegunaan Dettol Antiseptic Liquid lebih dari itu. 

Mom, kita tidak bisa membatasi gerakan anak yang sedang aktif-aktifnya, kita juga tidak bisa mencegah kegiatan eksplorasi mereka. Inilah tugas kita agar selalu #100PersenYakin bahwa rumah kita bebas kuman, #100PersenYakin bahwa mainan anak-anak juga bebas dari kuman. Jangan lupa bahwa lantai di rumah adalah tempat yang paling sering disentuh oleh anak, selain meja tentunya. Tanpa perawatan yang baik, kuman penyakit akan mudah menyebar melalui kaki orang-orang masuk ke dalam rumah. Bersihkan lantai dengan rutin untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Larutkan Dettol Antiseptik Cair ke cairan pel untuk membunuh 100 kuman penyebab penyakit. Selain itu, Dettol Antiseptic Liquid pun dapat dilarutkan ke air untuk mencuci pakaian dan mainan anak-anak juga. Yeay! jadi #100PersenYakin deh kalau rumahku bebas dari kuman dan anak-anak bisa bermain dengan aman. 


Thursday, July 30, 2015

Smile

Assalamualaikum, 

I don't know what to write.. But I just want to share you the pictures that can make me so happy.. Foto-foto dari perjalanan mudik kami saat lebaran kemarin. Mudiknya gak jauh koq, cuma ke Bandung. Well, "cuma ke Bandung" itu pun butuh perencanaan yang matang loh, karena kalau salah waktu brangkat atau pulang, bisa kena macet parah. Alhamdulillah perjalanan berangkat dan pulang kami menyenangkan. Selama di Bandung pun lebih menyenangkan lagi. Benar-benar silaturahim ke kedua pihak keluarga, baik keluarga saya dan keluarga suami. Juga kami memiliki quality time dimana hanya kami berempat, spending our quality time di hotel. Maklum, saya, suami dan anak-anak bukan tipe eksplorer atau outdoor-er. Kami selalu senang dan girang kalau nginep di hotel, jadi spend most of our time di hotel aja deh. And this is what I can capture during our stay at The Noor Hotel, Bandung. 


Location: Noor Hotel Bandung
Jalan Madura No. 6, Bandung 40115 - West Java, Indonesia
Phone No. +62 22 424 2010
+62 22 424 2011